Waspada Hoaks, Ananda Moeis Tekankan Peran Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda
Emira Moeis
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, mengingatkan masyarakat akan ancaman serius dari penyebaran informasi palsu atau hoaks yang marak beredar, terutama di tengah meningkatnya sensitivitas publik terhadap isu-isu keamanan.
Menurutnya, di era digital saat ini, arus informasi yang tidak terkendali dapat memperkeruh situasi dan menghambat kinerja aparat penegak hukum.
Ananda menegaskan bahwa hoaks bukan sekadar kesalahan informasi, tetapi memiliki dampak yang nyata terhadap ketertiban sosial. Kabar bohong yang tersebar luas dapat menciptakan keresahan, memicu opini publik yang keliru, serta merusak kepercayaan terhadap institusi resmi.
“Hoaks bisa menjadi pemicu kepanikan yang tidak perlu. Di saat aparat bekerja keras menegakkan hukum, berita palsu justru bisa menghambat proses tersebut dan memperparah kondisi di lapangan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, politisi dari PDI Perjuangan itu mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang diterima, terutama dari media sosial.
Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi terhadap sumber kabar, dan tidak mudah membagikan informasi yang belum terbukti kebenarannya.
“Jangan jadikan media sosial sebagai tempat menyebar ketakutan. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi seperti kepolisian atau pemerintah sebelum dibagikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ananda mengapresiasi kerja cepat aparat dalam merespons berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini di Samarinda. Ia menyebut, kecepatan aparat dalam menangani insiden menunjukkan kesiapan dan profesionalitas lembaga penegak hukum.
Namun begitu, ia menilai keberhasilan menjaga keamanan tidak bisa hanya bertumpu pada aparat. Peran aktif masyarakat sangat penting, baik dalam memberi informasi awal, menjaga ketertiban lingkungan, maupun mendorong terbentuknya solidaritas sosial.
“Kolaborasi antara masyarakat dan aparat sangat menentukan. Ketika warga terlibat aktif dalam menjaga keamanan, maka potensi gangguan bisa lebih cepat diantisipasi,” jelas Ananda.
Ia pun menyerukan agar semua pihak bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan sehat secara informasi. Dalam pandangannya, kesadaran kolektif terhadap bahaya hoaks serta semangat gotong royong dalam menjaga keamanan merupakan fondasi penting bagi masa depan kota yang lebih baik.
“Keamanan bukan hanya soal tindakan aparat, tapi soal
bagaimana kita, sebagai masyarakat, saling menjaga dan tidak mudah
terprovokasi. Jika kita bersatu, kita bisa menciptakan Samarinda yang kondusif,
informatif, dan nyaman bagi semua,” tutupnya. (ADV)